Siapa yang menguasai benih, dialah yang menguasai rantai makanan. Dan siapa yang menguasai makanan, dialah yang mengendalikan kehidupan suatu bangsa.
Kutipan tersebut menjadi kenyataan pahit yang dihadapi dunia pertanian Indonesia saat ini. Sebagian besar petani kita telah kehilangan kedaulatan atas benih yang mereka tanam. Sejak era Revolusi Hijau, varietas benih lokal warisan nenek moyang digantikan secara masif oleh benih hibrida dan transgenik buatan korporasi benih multinasional.
Jerat Ketergantungan Benih Hibrida
Benih hibrida memang menawarkan produktivitas tinggi dalam kondisi ideal yang disokong pupuk kimia dosis tinggi. Namun, ada harga mahal yang harus dibayar:
- Benih Sekali Pakai (Mandul secara Ekonomi): Hasil panen dari benih hibrida tidak dapat ditanam kembali dengan kualitas yang sama (re-planting penalty). Petani dipaksa untuk terus membeli benih baru setiap musim tanam.
- Kerapuhan Ekologis: Monokultur genetika membuat tanaman sangat rentan terhadap ledakan hama baru dan perubahan iklim ekstrem.
- Hilangnya Plasma Nutfah Lokal: Ratusan varietas padi lokal, tomat ranti, terung hutan, dan aneka kacang-kacangan khas Priangan perlahan lenyap dari ladang-ladang kita.
“Menyimpan benih di rumah adalah tindakan revolusioner paling sederhana yang bisa dilakukan oleh siapa pun yang ingin merawat kehidupan.”
Bank Benih Komunal Buruan Manglayang
Di Buruan Manglayang, kami memulai langkah kecil untuk memutus rantai ketergantungan tersebut melalui Bank Benih Komunal. Kami mengoleksi, menanam kembali secara berkala (grow-out), dan membagikan benih-benih open-pollinated (non-hibrida) kepada sesama petani dan warga kota.
Benih-benih lokal ini telah beradaptasi selama ratusan tahun dengan iklim, kelembapan, dan jenis tanah di wilayah pegunungan Jawa Barat. Mereka memiliki daya tahan alami tanpa perlu dimanjakan dengan racun pestisida.
Kedaulatan pangan tidak akan pernah terwujud jika benih yang kita semai masih bergantung pada label kemasan pabrik. Saatnya kita kembalikan benih ke tanah, dan tanah ke tangan rakyat yang merawatnya.