Logo Buruan Manglayang
Buruan Manglayang Agroekologi • Budaya • Literasi
Kriya Budaya

Lembaran Kertas Daluang: Menghidupkan Kembali Mahakarya Serat Alami

"Showcase lembaran kertas daluang murni hasil tempaan tangan dari kulit kayu pohon saeh, bernilai sejarah tinggi untuk karya seni rupa, naskah, dan wayang beber."

Penulis: Sanggar Daluang Burma
2 menit baca
Lembaran Kertas Daluang: Menghidupkan Kembali Mahakarya Serat Alami

Kertas daluang (paper mulberry bark cloth) adalah warisan budaya kebendaan takbenda Nusantara yang memiliki daya tahan luar biasa hingga ratusan tahun tanpa lapuk atau dimakan rayap.

Di Galeri Burma, kami mempersembahkan lembaran-lembaran kertas daluang murni yang diproduksi secara etis dan tradisional dari kebun pohon saeh (Broussonetia papyrifera) yang kami rawat di lereng Manglayang.

[Spesifikasi Kriya Kertas Daluang]
• Bahan Baku      : 100% Serat Kambium Dalam Kulit Kayu Pohon Saeh
• Teknik Pembuatan: Tempa Palu Kuningan Manual (Hand-Beaten Barkcloth)
• Karakter Serat  : Berserat alami panjang, lentur, bertekstur hangat
• Warna Alami     : Krem gading / warm tan (tanpa pewarna atau pemutih klorin)
• Ketahanan Usia  : Bersifat netral/bebas asam (acid-free), tahan ratusan tahun
• Ukuran Tersedia : Lembaran A4, A3, dan Ukuran Khusus Gulungan Wayang Beber

Penggunaan dan Aplikasi Seni

Lembaran kertas daluang karya Buruan Manglayang telah dipercaya dan diaplikasikan oleh berbagai kalangan seniman, akademisi, dan praktisi budaya untuk:

  1. Seni Lukis Tradisional & Wayang Beber: Menjadi kanvas organik yang sangat kuat menampung pigmen cat alami, tinta cina, dan akrilik.
  2. Karya Kaligrafi & Naskah: Memberikan nuansa estetika klasik nusantara yang sakral dan abadi.
  3. Sampul Buku & Jilid Khusus (Bookbinding): Digunakan untuk edisi khusus buku sastra dan jurnal seni independen.
  4. Restorasi Manuskrip Kuno: Bahan rujukan para filolog dan konservator arsip naskah lontar dan kertas kuno Nusantara.

Setiap lembar kertas daluang yang terbit dari tangan-tangan perajin muda di kaki Manglayang adalah ikhtiar merawat mata rantai peradaban agar tidak punah ditelan zaman.